Nutrisi Untuk Mencerdaskan Otak

shares |

Nutrisi Untuk Mencerdaskan Otak –  Otak menjadi organ terpenting tubuh yang menjadi pusat kegiatan segala aktivitas manusia. Cerdasnya otak biasanya ditandai dengan kecepatan seseorang dalam berpikir dan ketepatan dalam bertindak. Seseorang yang memiliki otak yang cerdas akan lebih mudah menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan efisien. Anak yang memiliki kecerdasan biasanya dikaitkan dengan gen yang diturunkan dari orang tuanya. Namun tahukah anda bahwa kecerdasan tidak selalu diturunkan berdasarkan gen saja? Ternyata kecerdasan bisa diusahakan salah satunya melalui asupan nutrisi yang tepat.
Nutrisi Untuk Mencerdaskan Otak

Sama seperti organ tubuh lainnnya yang dapat bekerja secara optimal melalui pemilihan nutrisi yang baik, otak pun demikian. Banyak makanan yang tidak hanya mengenyangkan dan menyehatkan, tetapi juga mencerdaskan otak. Makanan apa sajakah yang bernutrisi untuk mencerdaskan otak? Berikut akan kami ulas secara lengkap.

Nutrisi Untuk Mencerdaskan Otak

1. Kalium
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli diet (Sarah krieger) menyebutkan bahwa kalium memiliki peran yang sangat penting dimana nutrisi tersebut dapat mengontrol darah baik bagi balita maupun orang dewasa. Selain itu, kalium juga dapat mengurangi resiko obesitas sehingga kelak anak dapat tumbuh dengan berat badan yang ideal.

2. Kalsium
Selain kalium, balita juga membutuhkan asupan nutrisi kalsium yang agar pertumbuhan tulang dan kerangka menjadi lebih maksimal. Didalam tubuh, kalsium juga dibutuhka untuk pembentukan fungsi otak, detak jantung dan pembekuan darah sehingga untuk balita berusia 1 – 3 tahun setidaknya harus mendapatkan asupan kalsium sebanyak 500 mg setiap harinya dan untuk balita usia 4 – 8 tahun kadar kalsium yang dibutuhkan bertambah menjadi 800 mg.

3. Protein
Protein berfungsi untuk proses tumbuh kembang balita dan juga baik untuk perkembangan otak. Setiap hari, balita membutuhkan asupan protein setidaknya 20 gram untuk balita usia 6 – 24 bulan.

4. Serat
Serat bukan hanya dibutuhkan oleh orang dewasa saja, namun balita juga membutuhkan asupan serat yang cukup untuk mencegah terjadinya konstipasi dan mengurangi resiko penyaki diabetes sejak dini. Serat juga bisa menjadi sumber nutrisi untuk menjaga agar kebutuhan vitamin dan mineral tetap tercukupi setiap harinya.

5. Zat Besi
Pada proses pertumbuhan dan perkembangan balita, peran zat besi sangat penting terutama untuk perkembangan otak. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan balita mengalami keterlambatan berfikir sehingga ketika tumbuh dewasa ia akan menjadi anak yang bodoh. Asupan Zat besi bisa berasal dari berbagai jenis makanan misalnya ikan, telur, kedelai, bayam dan buah alpukat.

6. Yodium
Kandungan yodium banyak terdapat pada garam dapur dan bagi balita, kandungan ini sangat cocok untuk menjaga pertumbuhan setidaknya agar balita tidak mengalami masalah pertumbuhan misalnya tumbuh dengan tidak seimbang atau kerdil. Selain itu, yodium juga bagus untuk proses metabolisme tubuh yaitu mengubah zat karoten menjadi sumber vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.

Related Posts

0 komentar:

Poskan Komentar