Cara menanam cabe hidroponik dengan polybag

Cabe hidroponik dapat ditanam dengan mudah menggunakan polybag, selain polybag sebenarnya ada banyak metode hidroponik dalam penanaman cabe. Cara yang akan di ulas disini salah satu cara yang sederhana dengan media arang sekam dan polybag.

Langkah awal dalam penanaman cabe hidroponik adalah pemilihan biji cabe atau benih dengan cara merendam benih tersebut kedalam air hangat sekurangnya yaitu 3jam. Untuk mengetahui benih yang bagus yaitu dengan memilih benih yang tenggelam saat di rendam.
Cabe Hidroponik Polybag

Langkah berikutnya adalah penyemaian benih, siapkan media semai yang akan digunakan untuk penyemaian benih cabe yaitu bisa menggunakan campuran tanah, pupuk kompos/kandang, arang sekam dengan perbandingan 1:1:1 berikutnya masukan media tersebut kedalam polybag kecil ukuran 8x9cm.
Langkah berikutnya silahkan tanam benih cabe kedalam media yang ada di polybag, buatlah lubang dengan kedalaman 0,5cm di media tadi, satu atau dua benih di dalam satu polybag. Untuk menjaga kelembaban media lebih baik di basahi terlebih dahulu.

Setelah selesai lakukan perawatan dengan cara menyiram pada waktu pagi dan sore hari, dapat menggunakan semprotan halus agar benih tidak rusak. Bibit yang siap dipindahkan kedalam media polybag adalah bibit yang sudah tumbuh daun sekitar 4helai, atau saat usia sudah menginjak 24hari.

Demikian penjelasan secara singkat tentang cara menanam cabe hidroponik di dalam polybag. Dapat kita praktekan dalam segala kecil atau rumahan.

Mengetahui dasar dari Sistem Hidroponik

Hidroponik sistem adalah budidaya tanam menanam yang memanfaatkan unsur air dan tidak menggunakan tanah sebagai media, memanfaatkan nutrisi yang berupa cairan untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman. dibandingkan budidaya menanam dengan tanah kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit. sistem hidroponik cocok di lakukan untuk daerah yang kekurangan air.

Hydro asal dari kata hidroponik yaitu artinya air dan ponos, untuk arti umumnya hidroponik yaitu menanam dengan menggunakan nutrisi sebagai kebutuhan tanaman atau dengan arti sistem hidroponik tidak memerlukan tanah sebagai media bercocok tanam.

Dalam hal ini pada hidroponik mengartikan kebutuhan pada segi pupuk untuk tanaman semakin tinggi hingga tercipta model tanam dengan cara hidroponik.

Nutrisi atau unsur hara bagi tanaman adalah yang paling penting untuk pertumbuhan, dimanapun tanaman di tanam tetap akan membutuhkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhannya agar lebih baik. Pada dasarnya dalam proses penanaman media tanah adalah sebagai penyangganya dan media yang berupa air sebagai adalah debagai nutrisi yang penting, dari hasil pemikiran tersebut adalah pentingnya air sebagai nutrisi ahirnya terciptalah sistem hidroponik ini.
Sistem Hidroponik


Ada beberapa macam dari sistem hidroponik yaitu :
Deep water culture
Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation
Passive sub-irrigation
Aeroponics
Static solution culture (kultur air statis)
NFT (Nutrient Film Technique),DFT (Deep Flow Technique)
Bubbleponics
Bioponic
Run to waste

Untuk lebih lengkapnya dapat di pelajari di SistemHidroponik.com

Beberapa media tanam yang di gunakan yaitu:
Spons
Arang sekam
Expanded clay
Rockwool
Perlite
Sabut (Coir)
Batu apung (Pumice)
Kerikil
Pasir
Serbuk kayu
Vermiculite

Dalam keuntungan pada sistem hidroponik adalah:
Sistem ini tidak memerlukan media tanah
Nutrisi yang berupa air akan terus bersirkulasi sehingga dapat juga untuk di gunakan dalam teknik akuarium
Dalam pemberian nutrisi lebih efektif dan efesien karena dapat dilakukan dengan sederhana
Tidak memberikan limbah pada lingkungan
Dengan sistem ini dapat memberikan hasil yang maksimal
Bersih dan lebih steril
Bebas dari tanaman lain atau gulma yang dapat mengganggu tanaman
Lebih mudah dalam pemanenan
Tanaman lebih cepat dalam pertumbuhan
Media yang sudah di gunakan dapat di gunakan lagi

Demikian sedikit ulasan tentang dasar sistem hidroponik, model tanam ini dapat dijadikan pilihan bercocok tanam dengan efisien di sekitar rumah dan untuk menciptakan suasana hijau nan sejuk karena ruangan yang kosong di sekitar rumah sudah dipenuhi dengan tanaman hidroponik, kita dapat menanam tanaman seperti sayuran, buah, dan juga bisa untuk menanam tanaman hias. semoga bermanfaat.

Jenis Sayuran Hidroponik yang dapat di Budidayakan

Sayuran hidroponik berikut ini yang dapat kita tanam di sekitar rumah untuk keperluan memasak, selain mudah di terapkan modal untuk menerapkan model tanam ini pun tidak besar. Kita akan memanfaatkan botol bekas air mineral yang sering kita jumpai dan untuk pembuatan nutrisi silahkan di pelajari di blog yang mengulas tentang pembuatan nutrisi hidroponik.

Jenis sayuran hidroponik yang mudah di tanam adalah :

Kangkung
Kangkung adalah salah satu sayuran yang mudah di tanam dengan cara hidroponik, selain memang kangkung sayuran yang sedap untuk di jadikan masakan, tanaman ini juga bisa dijadikan salah satu pilihan dalam metode hidroponik yang akan di buat. Anda dapat pelajari cara tanam kangkung hidroponik dalam botol.


Sawi
Berikutnya tanaman sawi yang termasuk mudah ditanam dengan metode ini, sawi  banyak yang menggunakannya untuk dimasak, bagaimana cara tanam sawi hidroponik ini? anda bisa pelajari caranya di sini cara tanam sawi hidroponik.


Selada
Selada sangat mudah di tanam secara hidroponik, jenis sayuran ini ditanam bisa menggunakan media apapun dalam hidroponik termasuk botol bekas dan bak kecil, selada yang biasanya juga di gunakan untuk lalapan ini akan bisa anda tanam di halaman rumah anda dengan metode ini, untuk caranya bisa di baca di cara tanam selada hidroponik.

Demikianlah sedikit ulasan tentang tanaman sayuran hidroponik yang dapat di tanam di sekitar rumah kita, bisa juga untuk kebutuhan memasak nantinya, banyak tanaman yang dapat di tanam dalam metode ini selain sayuran seperti hidroponik buah, hidroponik tanaman hias dan hidroponik buah-buahan. Hidroponik sudah banyak di terapkan sebagai lahan pertanian dan juga dalam sekala untuk kebutuhan rumah tangga. Ini adalah salah satu cara kita membudidayakan cara tanam modern yang bisa membawakan keuntungan.

tutorial